Home Kegiatan Novel Buku Lukisan Fotografi Film Video Artikel Links
Home Events Novels Books Paintings Photography Films Videos Articles Links


PRESS RELEASE

Artis Indonesia Memperoleh Penghargaan dalam Film tentang Autisme

(Jakarta, 2 Desember 2013) Film layar lebar IíM STAR, yang diangkat berdasarkan nama grup band yang beranggotakan empat remaja penyandang autis Arya, Abhy, Ervitha, dan Shinta, mencetak penghargaan di kancah internasional. Natasha Dematra, yang memerani Mella dalam film besutan Damien Dematra ini meraih penghargaan bergengsi, Award of Excellence sebagai leading actress dari Indie Fest, La Jolla, California, USA. Dua penghargaan Award of Merit pun dianugerahkan untuk film ini untuk kategori Feature Film dan penulis skenario untuk Damien Dematra.

Indie Fest merupakan ajang kompetisi internasional bergengsi non-tradisional yang berpusat di La Jolla, California. Festival ini berfokus mencari film-film independen yang unik, segar, dengan sinematografi khusus dan tampilan baru yang dinilai menghibur dan menarik. Sejak berdiri empat tahun yang lalu, jumlah peserta festival ini telah mencapai puluhan ribu filmmakers. Thomas Baker, Ph.D, Ketua Kompetisi, dalam surat elektroniknya mengatakan bahwa terpilihnya Natasha Dematra adalah karena penampilan aktingnya yang begitu menonjol, penuh heroisme, dan totalitas. Bagi Natasha sendiri, penghargaan ini merupakan penghargaan internasional yang ke-3 sebagai leading actress di tiga film berbeda Letís Play, Ghost, IíM STAR, dan Dream Obama.

IíM STAR, film sosial dengan rating Semua Umur yang telah rilis di bioskop-bioskop Indonesia 4 Juli 2013 lalu memang khusus mengangkat tema tentang anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya autisme.

Di tanah air, film IíM STAR terpilih sebagai salah satu film yang diputar dalam APEC Unthinkable Film Festival 2013 tanggal 3-5 Oktober 2013 bersama film-film lainnya dari negara-negara APEC. Selain itu, juga pernah diekshibisikan di pameran film MIPCOM di Cannes, Perancis, dan American Film Market (AFM) di Los Angeles, Amerika Serikat tahun 2012.

Film ini istimewa, salah satunya adalah karena proses pembentukannya lahir dari cinta kasih para orang tua ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) pada putra-putri mereka. Autisme sendiri merupakan gangguan perkembangan neurologis dengan ciri-ciri perkembangan gangguan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku, yang biasa dialami sejak lahir atau sejak balita. Para orang tua semakin optimis dengan adanya Peraturan Menteri yang memayungi kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk dapat diterima dan berbaur di sekolah biasa. Berkenaan dengan hal itu, pada bulan Mei 2012, sekitar 10.000 guru se-DKI Jakarta dari tingkat TK sampai dengan SMA menyaksikan film ini di Smesco Convention Hall.

Hal senada diungkapkan sutradara dan produser IíM STAR, Damien Dematra. Ia berharap IíM STAR bisa makin membangun kesadaran masyarakat agar anak-anak berkebutuhan khusus, dalam hal ini autisme, dapat makin diterima di masyarakat. Film ini, lanjutnya, berharap bisa mengetuk kesadaran seluruh lapisan masyarakat, mulai dari instansi pemerintah sampai jajaran paling kecil tentang keberadaan penyakit yang disinyalir mengintai setidaknya 1 dari sekitar setiap 250 anak di dunia.


SINOPSIS I'M STAR
 

Kehidupan Mella (Natasha Dematra), Ketua OSIS SMA yang gaul dan populer, yang mendadak berubah drastis ketika sekolahnya kedatangan murid-murid berkebutuhan khusus (diperankan langsung oleh anak-anak penyandang autis Arya, Abhy, Shinta, dan Ervitha). Mella mulai dihantui kenangan tentang adiknya yang diduga autis, yang meninggal dalam kecelakaan mobil, dan ia menjadi dekat dengan para remaja berkebutuhan khusus tersebut.

Kehadiran para remaja autis membuat canggung para guru yang tidak memiliki banyak pilihan karena adanya Peraturan Menteri, dan juga teman-teman Mella. Mama Mella (
Anna Tarigan) dan papanya yang biasa hidup dalam rasa apatis pun menentang keras apa yang dilakukannya. Mella pun akhirnya berjuang sendiri membela apa yang dianggap masyarakat sebagai komunitas yang hidup dalam dunia mereka sendiri.

Karena sulit menunjukkan perasaan, para remaja berkebutuhan khusus pun berekspresi melalui musik. Melalui grup band yang dinamakan IíM STAR, dengan bantuan Mella, mereka pun menyatakan diri untuk satu tujuan yang sangat mendasar: sebuah penerimaan.

Berhasilkah para sahabat baru Mella? Akankah akhirnya Mella hanya berjuang sendirian? Sesulit itukah kita menerima mereka yang berbeda? Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas, saksikanlah film yang ditunggu-tunggu ini.
 

Poster IíM STAR (hi-res)

Berita terkait:

Film layar lebar pertama yang dimainkan 4 Anak Berkebutuhan Khusus mendapat Sambutan Hangat

Foto-foto adegan film I'M STAR

ďIíM STAR Film tentang Autis yang Diperankan oleh Anak-Anak Autis Rilis 4 Juli di bioskopĒ

Film ďIíM StarĒ Mengangkat Kisah-Kisah Lucu dan Mengharukan Perjuangan Anak-Anak Berkebutuhan Khusus

HOME