Home Kegiatan Novel Buku Lukisan Fotografi Film Video Artikel Links
Home Events Novels Books Paintings Photography Films Videos Articles Links


PRESS RELEASE

Film ďIíM StarĒ Mengangkat Kisah-Kisah Lucu dan Mengharukan Perjuangan Anak-Anak Berkebutuhan Khusus


(Jakarta, 2 Juli 2013) Satu lagi film bertema sosial karya Damien Dematra yang diangkat ke layar lebar dan akan beredar di seluruh bioskop di Indonesia sejak 4 Juli 2013. Dalam film IíM STAR, sutradara Damien Dematra mengangkat tema tentang anak-anak berkebutuhan khusus, dalam hal ini autisme. IíM STAR sendiri adalah nama sebuah grup band, yang beranggotakan empat remaja autis: Arya, Abhy, Ervitha, dan Shinta.

Film yang dibintangi Natasha Dematra, Anna Tarigan, dan para personnel IíM STAR ini diperuntukkan untuk Semua Umur. Kisah dalam film ini berawal dari kehidupan Mella (Natasha Dematra), Ketua OSIS SMA yang gaul dan populer, yang mendadak berubah drastis ketika sekolahnya kedatangan murid-murid berkebutuhan khusus (Arya, Abhy, Shinta, dan Ervitha). Mella mulai dihantui kenangan tentang adiknya yang diduga autis, yang meninggal dalam kecelakaan mobil, dan ia menjadi dekat dengan para remaja berkebutuhan khusus tersebut.

Kehadiran para remaja autis membuat canggung para guru yang tidak memiliki banyak pilihan karena adanya Peraturan Menteri, dan juga teman-teman Mella. Mama Mella (Anna Tarigan) dan papanya yang biasa hidup dalam rasa apatis pun menentang keras apa yang dilakukannya. Mella akhirnya mendapati dirinya berjalan sendiri membela apa yang dianggap masyarakat sebagai komunitas yang hidup dalam dunia mereka sendiri.

Sulit menunjukkan perasaan mereka yang sesungguhnya, para remaja berkebutuhan khusus pun berekspresi melalui musikódunia yang tidak pernah membedakan keadaan anak manusia. Melalui grup band yang dinamakan IíM STAR, mereka pun menyatakan diri, dengan bantuan Mella, untuk sebuah tujuan yang sangat mendasar: sebuah penerimaan.
Berhasilkah para sahabat baru Mella? Akankah akhirnya Mella hanya berjuang sendirian? Sesulit itukah kita menerima mereka yang berbeda?

Awal Mula Pembuatan IíM STAR
Autisme adalah gangguan perkembangan neurologis dengan ciri-ciri perkembangan gangguan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku, yang biasa dialami sejak lahir atau sejak balita.

Awal mula pembuatan film IíM Star adalah ketika dokter pemerhati autisme, Dr. Adre Amyza, SpS(K) (tim Neuro Restorasi Dept. Neurologi RSCM) dan drg. Anne Gracia  berkumpul bersama beberapa orang tua remaja autis yang tergabung dalam Yayasan Peduli Autisme IM STAR yang diketuai Edi Prabowo. Mereka kemudian membawa ide mulia ini pada Damien Dematra yang dikenal peduli pada isu-isu yang mengangkat soal kemanusiaan.

Sebuah perjalanan panjang pun dimulai. Sebuah perjuangan tanpa henti telah dilakukan dengan cinta tak berbatas dari para orang tua. Mereka merasa optimis karena adanya Peraturan Menteri yang telah memayungi kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk dapat diterima dan berbaur di sekolah biasa, yaitu melalui Permendiknas No 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusi yang mewajibkan setiap daerah memiliki sekolah inklusi. Hal ini sekaligus untuk mensukseskan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional.

Menyasar tujuan pembuatan film ini, pada bulan Mei 2012, sekitar 10.000 guru se-DKI Jakarta dari tingkat TK sampai dengan SMA telah menyaksikan film ini di Smesco Convention Hall. Sambutan yang sangat positif pun dilontarkan. Dra. Septi Novida M.Pd Ka Bid TK/SD/PLB Dinas Pendidikan DKI menyatakan bahwa Dinas Pendidikan DKI sangat mendukung film IíM STAR yang bisa membuka mata masyarakat, khususnya dunia pendidikan di Jakarta. Sebagian lainnya berkomentar bahwa film ini seharusnya ditonton para siswa dan jangan hanya para guru saja, karena film ini sangat penting untuk menyadarkan masyarakat. Bagi mereka, film ini telah membuka mata mereka tentang sekolah inklusi. Seharusnya pemerintah yang membuat film seperti ini, sambung Ibu Yati, Ketua IGTKI DKI Jakarta. Penghargaan tinggi untuk produser dan sutradara Damien Dematra yang berani mengambil inisiatif dan resiko, demikian ungkap Ratu Siti, guru TK Islam Noorini. Hal senada diungkapkan oleh Suster Bernadette, guru SD. Beliau mengatakan upaya-upaya seperti ini harus dihargai. Ia berharap melalui film yang lucu, edukatif, mengharukan, dan menghibur ini, masyarakat lebih terbuka matanya dalam menerima perbedaan.

Sebelumnya, telah diputar pula penayangan terbatas di London School of Public Relation. Hadir dalam acara tersebut adalah SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) yang diwakili Ibu Inggrid Mutiara (istri Menteri Kelautan dan Perikanan), Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Ketua Peduli Autisme, Ketua Ikatan Perempuan Profesional, para dokter, dan lainnya. Sambutan para hadirin yang merupakan simpatisan masyarakat, kalangan dunia kedokteran dan pendidikan, dan yayasan sosial disampirkan sebagai menyentuh, penuh pesan, padat, dan inspiratif.

Film yang diangkat berdasarkan kisah nyata ini juga merekam kehidupan riil para remaja autis, yang semuanya dikemas dalam film berdurasi 111 menit. Premiere film ini diadakan di Pusat Kebudayaan Perancis sebagai bagian dari International Film Festival for Environment, Health, and Culture, di mana 83 film dari seluruh dunia tentang kesehatan, lingkungan, dan kebudayaan diputar bekerjasama dengan Russian Centre for Science and Culture, Institut FranÁais d'Indonťsie (IFI) Jakarta, Japan Foundation, dan @america.

Damien Dematra berharap IíM Star akan membangun kesadaran masyarakat agar anak-anak autisme dapat semakin diterima di masyarakat, sekaligus mengetuk kesadaran seluruh lapisan, mulai dari instansi pemerintah sampai jajaran masyarakat terkecil dan paling pelosok tentang keberadaan penyakit yang disinyalir mengintai setidaknya 1 dari sekitar setiap 250 anak di dunia.

Iím STAR sendiri sempat diekshibisikan dalam pameran film MIPCOM di Cannes, Perancis, dan juga American Film Market (AFM) di Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 2012.

Film IíM Star, di samping akan diputar di bioskop layar lebar di seluruh Indonesia sejak 4 Juli 2013, juga akan diputar di berbagai sekolah, universitas, dan kedutaan di berbagai tempat di Indonesia dan luar negeri dalam rangka mensosialisasikan tentang kesadaran pembauran dan kepedulian pada autisme.

Poster IíM Star (hi-res)

HOME