Home Kegiatan Novel Buku Lukisan Fotografi Film Video Artikel Links
Home Events Novels Books Paintings Photography Films Videos Articles Links

PRESS RELEASE

I知 STAR

Film layar lebar pertama yang dimainkan 4 Anak Berkebutuhan Khusus mendapat Sambutan Hangat

(Jakarta, Maret 2013) Pemutaran perdana bagi kalangan terbatas film layar lebar I知 STAR, film yang dibuat dalam rangka menyambut Peduli Autis Sedunia (2 April), digelar di London School of Public Relation tanggal 8 Maret 2013. Hadir dalam acara tersebut adalah SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) yang diwakili Ibu Inggrid Mutiara (istri Menteri Kelautan dan Perikanan), Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Ketua Peduli Autisme, Ketua Ikatan Perempuan Profesional, para dokter, dan lainnya. Sambutan para hadirin yang merupakan simpatisan masyarakat, kalangan dunia kedokteran dan pendidikan, dan yayasan sosial disampirkan sebagai menyentuh, penuh pesan, padat, dan inspiratif. Acara tersebut mendapat sentuhan khusus performance menghipnotis dari band I知 STAR dan permainan apik Aditya Subekti, pemuda dari Bali, yang juga merupakan contoh hidup anak manusia yang tidak menyerah menghadapi serangan penyakit bertubi-tubi yang harus dihadapinya sejak kecil. Aditya Subekti pun mengisi tiga lagu ilustrasi film I知 STAR.

Dalam pemutaran tersebut, Sutradara dan Produser I知 STAR, Damien Dematra dan pemain utama, Natasha Dematra, tidak hadir karena masih berada di Amerika Serikat; namun mereka memberikan rekaman video yang diputar dalam acara tersebut.

Dalam rekaman videonya, Damien Dematra menyatakan berharap I知 STAR dapat menginspirasi masyarakat Indonesia dan dunia internasional bahwa anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, dalam hal ini autism, diperlakukan dan diberi kesempatan seperti anak-anak normal lainnya. Karena pentingnya pesan tentang pembauran ini, Damien Dematra memutuskan untuk membuat film ini dalam bahasa Inggris dengan teks bahasa Indonesia, sehingga mempermudah untuk menjadikan film I'm STAR dapat disaksikan diberbagai negara. Hal ini pula menjadikan I'm STAR kemungkinan besar sebagai film nasional pertama dengan pengantar bahasa inggris (film cerita panjang).

I知 STAR sendiri pun sempat diekshibisikan dalam pameran film MIPCOM di Cannes, Perancis, dan juga American Film Market (AFM) di Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 2012.

Damien pada awalnya sempat ragu bahwa anak-anak berkebutuhan khusus dapat bermain film dengan baik, karena kemampuan bermain musik berbeda dengan bermain film, namun keraguannya segera sirna saat shooting mulai. Dengan dukungan penuh para orang tua, anak-anak berkebutuhan khusus ini, Arianda Wiradipa Prabowo (Arya), Made Dwara Abhy (Abhy), Andhityas Cintya Widianna (Shinta), dan Ervitha Puspa Dhewie (Ervitha) dapat bermain dengan baik dan disiplin. Mereka terlihat menikmati saat-saat shooting, yang menguatkan pemahaman bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, bagaimana pun kondisinya, memiliki kelebihan khusus, termasuk anak-anak yang hidup dengan autisme, apabila mereka diarahkan dengan benar. 
 

Awal Mula I知 STAR

Awal mula pembuatan film I知 STAR adalah ketika dokter pemerhati autisme, Dr. Adre Amyza, SpS(K) (tim Neuro Restorasi Dept. Neurologi RSCM) dan drg. Anne Gracia (Pemerhati Kesehatan) berkumpul bersama beberapa orang tua remaja autis yang tergabung dalam Komunitas IM Star, Autism Supported Parents yang diketuai Edi Prabowo. Mereka berhasil meyakinkan Damien untuk mau membuat kembali film bertema sosial, setelah kesuksesan film L4 Lupus. 

Autisme sendiri adalah gangguan perkembangan neurologis dengan ciri-ciri perkembangan gangguan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku, yang biasa dialami sejak lahir atau sejak balita. Dibutuhkan perjuangan tanpa jeda untuk membesarkan dan melapangkan jalan masa depan bagi putra-putri yang hidup dengan Autisme, namun hal ini bukan sebuah kemustahilan; apalagi pemerintah telah membuka jalan bagi siswa dengan kebutuhan khusus dalam Permendiknas No 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusi yang mewajibkan setiap daerah memiliki sekolah inklusi, sekaligus untuk mensukseskan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional. Edi Prabowo pun tidak pernah menyangka bahwa mereka pun akhirnya dapat menelurkan sebuah film sebagai wujud cinta kasih ia bersama kawan-kawannya yang tergabung dalam Autism Supported Parents bagi putra-putri mereka. 

Selain film cerita yang terinspirasi kisah nyata, pada akhir pemutaran film I知 STAR ditayangkan cuplikan keseharian sesungguhnya anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi bintang I知 STAR妖an terlihat bahwa kehidupan mereka diisi dengan doa, ketekunan, dan latihan. Sekolah dan musik telah menjadi warna kental yang melekat kuat dalam keseharian mereka. 

Film I知 STAR diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat makin diterima di masyarakat, sekaligus mengetuk kesadaran seluruh lapisan masyarakat, mulai dari instansi pemerintah sampai jajaran masyarakat terkecil dan paling pelosok tentang keberadaan penyakit yang disinyalir mengintai setidaknya 1 dari sekitar setiap 250 anak di dunia.

Film I知 STAR di samping akan hadir di bioskop, juga akan diputar di berbagai sekolah, universitas, dan kedutaan dalam rangka mensosialisasikan tentang pentingnya kesadaran pembauran ini.

Foto adegan dalam film I'm STAR.
(Foto ini dapat dipergunakan untuk keperluan media rilis)

HOME