Profil Kegiatan Novel Buku Lukisan Fotografi Film Video Artikel Links

PRESS RELEASE

Admission : Film Terbaik International Film Festival For Peace, Inspiration and Equality

(Jakarta, 30 Agustus 2012) Setelah melalui berbagai tahapan penjurian, akhirnya hari ini diumumkan para pemenang dari International Film Festival For Peace, Inspiration and Equality (IFFPIE) bertempat di Auditorium 2 Blitzmegaplex Grand Indonesia Jakarta. Disaksikan sekitar enam ratusan hadirin dari berbagai kalangan yang terdiri dari para menteri, pejabat-pejabat negara, duta-duta besar, para selebriti Indonesia, para filmmakers dari berbagai berbagai negara menerima penghargaan untuk film-film mereka, di antaranya penghargaan: Special Juri Award, Award of Excellence dan Honorable Mention dari kategori-kategori International Feature Films, International Short Films, Documentary Short,

Documentary Feature, dan New Comer. Di samping itu juga telah diputuskan pemenang dari masing-masing kategori:
1. Best International Short Film: Admission, disutradarai oleh Harry Kakatsakis, USA.
2. Best International Feature Film: Meherjaan, disutradarai oleh Rubaiyat Hossain, Bangladesh.
3. Best Documentary Short: A Balloon for Allah, disutradarai oleh Nefise Özkal Lorentzen, Norway.
4. Best Documentary Feature: Little Town of Bethlehem, disutradarai oleh Jim Hanon, USA.
5. Best New Comer: One Day after Peace, disutradarai oleh Miri Laufer and Erez Laufer, Israel.
6. Federico Fellini Award diberikan pada sutradara Inal Beck Sherip, Rusia (untuk filmnya Last Time).
7. Best Film: Admission, disutradarai oleh Harry Kakatsakis, USA.

Film terbaik diraih oleh Admission dengan bintang utama peraih nominator Oscar, James Cromwell dan disutradarai oleh Harry Kakatsakis. Film ini bercerita tentang permusuhan antara Israel dan Palestina hingga di Gerbang Surga.

“Kriteria utama dari pemenang di samping faktor-faktor teknis adalah kekuatan pesan yang disampaikan film bersangkutan,” jelas Sofia Koswara, Chairwoman World Peace Movement yang juga merupakan salah satu anggota Dewan Juri Festival ini. “Jadi kegiatan ini bukan hanya sebuah festival film, tapi lebih dari itu adalah sarana untuk membangunkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya perdamaian. Kita sudah lelah dengan konflik antar suku, agama, ras dan golongan. Kita ingin hidup berdampingan secara damai, bersama sama mewujudkan kesejahteraan seluruh umat manusia,” tegas Sofia Koswara.

Hal senada di sampaikan Damien Dematra selaku Founder and Director of IFFPIE. “Kesadaran akan pentingnya perdamaian di kalangan masyarakat dunia layak di acungi jempol. Terbukti dengan banyaknya film yang menjadi peserta yang menembus angka 500 judul film yang berasal dari berbagai negara. Dan banyak dari mereka adalah pembuat film independen sehingga mereka dengan bebas mengekspresikan ide-ide mereka ke dalam film yang mereka buat,” kata Damien. “Bahkan orang-orang Palestina dan Israel bekerja sama membuat film yang menjadi salah satu peserta festival ini yaitu film Blood Relations. Ini membuktikan bahwa keinginan untuk hidup berdampingan secara damai merupakan keinginan semua orang tanpa melihat perbedaan asal usul dan ideology politik,” jelas Damien Dematra.

Pemenang dari festival film ini akan di tayangkan di bioskop, perguruan tinggi, kedutaan besar, dan sekolah di Indonesia mulai 30 Agustus 2012 sampai dengan 30 September 2012. “Kami juga akan menggelar berbagai diskusi dengan berbagai kelompok masyarakat terkait film pemenang IFFPIE sehingga promosi perdamaian terus berlanjut,” kata Sofia Koswara.

“Selanjutnya kami, World Peace Movement, terbuka untuk semua pihak yang akan bekerjasama mempromosikan perdamaian. Jika kita mencintai perdamaian maka kita harus melakukan aksi nyata untuk mewujudkan perdamaian,” ujar Sofia Koswara.

HOME